Case study:
Diperlukan pompa untuk memompa air dengan data-data sebagai berikut:
Fluida yang di pompa = air
Head = 351,75 m
Capacity = 300 m3/jam
NPSHA = 53,75 m
Pemilihan Jenis Pompa
Pemilihan jenis pompa bisa dilakukan dengan meninjau head dan kapasitas dari pompa. Selanjutnya dari tabel atau chart dapat dilihat secara garis besar kira-kira pompa apa yang sesuai untuk pompa pada kapasitas dan head tersebut.
Dalam hal ini kita akan menggunakan chart/gafrik pada GPSA Handbook fig. 12.7 Pump Selection Guide — Centrifugal Pumps. Pompa yang kira-kira dapat di pilih berdasarkan chart tersebut adalah sebagai berikut:
1. Single stage – single suction atau double suction
2. Vertical Multistage – Barrel type
3. Horisontal Multistage – single case
Dengan adanya beberapa pilihan tersebut berarti kita bisa memilih salah satu diantaranya tergantung dari case dilapangan dan dimana pompa tersebut akan dipasang. Pada prinsipnya jika single stage maka dimensi pompa kan lebih besar dari multistage. Selanjutnya kapasitas dan NPSHR akan saling terkait untuk menentukan putaran dari driver pompa karena hal ini terkait dengan suction specific speed yang di ijinkan dalam aplikasi-aplikasi design pompa.
Langkah-langkah perhitungannya dalah sebagai berikut:
Cek suction specific speed (S) dengan rumus sebagai berikut,
S = (n x Q0.5) / NPSHR0.75
Note:
S : Suction Specific speed (dimensionless)
n : rpm
Q : kapasitas yang dialirkan pompa (m/jam)
NPSHR : Net Positive Suction Head Required (m)
NPSHR didapatkan dari test yang dilakukan oleh pump manufacturer dan secara teoritis harus lebih kecil atau sama dengan NPSHA, namun NPSHR harus di pilih lebih kecil dari NPSHA dengan pertimbangan keakuratan pada design kita. Dalam aplikasinya safety margin minimum 0,5 m sampai 1 m biasanya cukup, namun jika bisa lebih besar akan lebih baik
Suction specific speed dalam aplikasinya di batasi sampai 11000 (US gpm, ft) atau 13000 (m3/jam, m) dan biasanya sudah di state dengan jelas di specification yang di buat oleh engineering. Untuk pompa yang head perstage-nya besar (diatas 100 HP), bisa di ambil maximum Suction specific speed yang lebih kecil.
Untuk pengecekan kita pilih data sebagai berikut,
n : 1500 rpm, 3000 rpm, 3600 rpm
Q : 300 m3/jam
NPSHR : 30 m (safety margin 23,75 m)
· Untuk n: 1500 rpm
S = (1500 x 3000.5) / 23,750.75 = 2026,8
· Untuk n: 3000 rpm
S = (3000 x 3000.5) / 23,750.75 = 4053, 6
· Untuk n: 3600 rpm
S = (3600 x 3000.5) / 23,750.75 = 4864,321
Dari hasil pehitungan suction specific speed ternyata pada putaran sampai 3600 rpm tidak menjadi masalah, hal ini di karenakan kita memiliki NPSHA yang besar sehingga kita tidak kesulitan dalam memilih putaran pompa. Dalam hal ini kita juga tidak perlu menggunakan double suction karena single suction sudah mencukupi dari hasil perhitunga di atas (note: Q menjadi Q/2 pada double suction). Horisontal multistage dapat menjadi pilihan karena untuk single stage head cukup besar dan nanti akan menyangkut masalah impeller tip speed yang dijinkan dalam pendesainan impeller. Vertial multi stage atau horizontal multistage bisa di jadikan pilihan tergantung case di lapangan dimana pompa akan di pasang.